Perbedaan Tumbuhan Monokotil dan Dikotil Lengkap Dengan Contohnya

Dalam dunia biologi dikenal istilah tanaman berbiji tunggal dan berbiji belah.

Masing-masing memiliki ciri khas yang sangat mendasar, walau terkadang masih banyak yang kurang memahami perbedaan monokotil dan dikotil itu sendiri.

Melalui informasi berikut semua tentang keduanya akan dikupas tuntas dari A sampai Z.

Perbedaan Monokotil Dan Dikotil

Bicara soal perbedaan utama kedua jenis tanaman tersebut terletak pada jumlah daun lembaganya, atau dikenal juga dengan kotiledon.

Kotiledon berisi nutrisi penting untuk pembentukan embrio tumbuhan sampai pada masa embrio sudah memiliki daun dan mampu menghasilkan makanan untuk dirinya sendiri melalui proses penting yang disebut fotosintesis.

Pada tumbuhan monokotil, kotiledonnya berjumlah satu. Jadi sejak awal pertumbuhan, hanya satu daun lembaga yang berkembang dan bertumbuh hingga menjadi sebuah tanaman utuh.

Sedangkan dikotil memiliki dua kotiledon yang memungkinkan jumlah daun dan semua bagian tubuh dari tanaman tersebut membelah menjadi dua atau lebih.

Walaupun memiliki perbedaan utama, tapi nutrisi yang dibutuhkan keduanya sama.

Mulai dari vitamin, mineral hingga enzim yang membantu proses pertumbuhan hingga menjadi tanaman dewasa. Karena pada dasarnya unsur yang terdapat di dalam tanaman relatif sama.

Perbedaan Monokotil dan Dikotil Dari Secara Menyeluruh

Perbedaan dikotil dan monokotil
Gambar: YouTube.com

Empat klasifikasi perbedaan monokotil dan dikotil terdiri dari struktur fisik tanaman, family, penampang melintang dan dan perlengkapan proses pengangkutan nutrisi. Seperti apa perbedaannya?

1. Struktur fisik tanaman

– Biji

Pada tanaman monokotil kepingan bijinya berjumlah satu.

Sedangkan dikotil berjumlah dua dan bisa membelah.

– Daun

Tulang daun tanaman monokotil berciri sejajar atau berbentuk lengkung.

Sedangkan dikotil tulang daunnya berbentuk jari atau seperti sirip.

– Bunga

Bunga monokotil memiliki bagian yang jumlahnya kelipatan tiga, baik mahkota, benang sari maupun kelopak.

Sedangkan dikotil jumlahnya kelipatan empat atau lima serta dapat berkembang menjadi buah.

– Akar

Tanaman monokotil berakar serabut dimana ujung akarnya memiliki selaput bernama koleoriza.

Sedangkan tanaman dikotil berakar tunggang yang merupakan bentukan dari cabang akar paling utamanya.

– Perkembangan

Monokotil tumbuh memanjang baik ke atas maupun kesamping tanpa memiliki pertumbuhan sekunder.

Sementara dikotil punya proses pertumbuhan sekunder yang biasanya meliputi pembentukan diameter sebuah pohon, kayu serta kulit pada beberapa jenis tanaman.

2. Family

Golongan family yang termasuk pada jenis tanaman dikotil adalah Myrtaceae, Leguminoceae, Compositae, Solanaceae dan Euphorbiaceae.

Sedangkan monokotil memiliki family dari jenis Palmae, Orchidaceae, Graminae, Zingiberaceae dan Musaceae.

3. Penampang Melintang

– Akar

Tanaman monokotil tak memiliki kambium, inti dari akar berukuran besar serta memiliki empulur yang perkembangannya sangat baik. Xylem dan Floem dari tanaman ini terbentuk secara selang-seling dan jumlahnya banyak di seluruh bagian akar. Pembatas antara ujung bagian agar kaliptra bertekstur keras.

Tanaman dikotil tak memiliki empulur, sementara batas antara ujung akan dan kaliptra tidak kelihatan jika tak dilihat menggunakan kaca pembesar. Selanjutnya Periskel dari akarnya hanya satu lapis.

– Batang

Tanaman monokotil tak memiliki rambut pada epidermis, tidak memiliki parenkim floem, berkas pengangkutannya dilindungi oleh selubung akar.

Sedangkan dikotil memiliki parenkim floem, tidak punya selubung akar, pembuluh xylem berukuran kecil dan memiliki serat sangat banyak.

– Daun

Tanaman monokotil memiliki sel kipas yang memiliki fungsi pada saat daun terbuka dan tertutup. Stomata berada pada bagian epidermis bawah dan atas. Selain itu Pembuluh xylem terdiri dari dua meta dan proto xylem.

Tanaman dikotil memiliki selubung yang dibentuk oleh kolenkim, stomata hanya terdapat pada bagian bawah daun saja. Sedangkan pembuluh sylem tersusun dari banyak meta dan proto xylem.

4. Perlengkapan Angkut Nutrisi

Pada tanaman monokotil unsur pengangkutan nutrisinya tidak beraturan. Letaknya menyebar di berbagai bagian mulai dari pembuluh tapis, kayu maupun batang tanaman.

Sedangkan pada tanaman dikotil perlengkapan angkutnya memiliki letak teratur. Ada yang terletak di dalam kambium pada batang tanaman disebut xylem dan yang berada di luarnya dinamakan floem

Contoh Tanaman Monokotil dan Dikotil

Untuk lebih memperjelas seperti apa sebenarnya kedua jenis tanaman tersebut, berikut ini beberapa contoh dari keduanya.

Anda bisa lebih mengerti perbedaan monokotil dan dikotil sehingga tak lagi bingung menentukan mana yang termasuk golongan berbiji tunggal atau yang berbiji dua.

1. Contoh Tanaman Monokotil

Contoh Tanaman Monokotil
Gambar: pixabay.com

– Tebu

Tanaman dengan nama latin Saccharum sp ini banyak ditemukan di Indonesia. Biasanya digunakan sebagai bahan baku untuk membuat gula.

Konon katanya tebu berasal dari Papua yang kemudian berkembang ke kawasan Asia Tenggara.

Ciri monokotil yang paling terlihat adalah bentuk batangnya yang memanjang, dengan jumlah biji hanya satu.

– Padi

Merupakan bahan makanan utama manusia setelah diolah menjadi beras, karena mengandung karbohidrat yang sangat banyak.

Penanda paling jelas bahwa tanaman ini merupakan golongan monokotil adalah daunnya yang berbentuk kipas, dan bijinya yang berjumlah satu dan tidak bisa membelah.

– Kelapa

Anda pasti kenal tanaman berbuah bulat besar tersebut, dengan banyak manfaat yang bisa didapat mulai dari buah hingga akarnya.

Kelapa memiliki ciri monokotil yang sangat jelas seperti batang tunggal, daun berbentuk kipas, dan buah dengan satu biji.

– Jagung

Biji tanaman jagung merupakan jenis keping satu dengan daun beruas-ruas, yang pastinya masuk kategori monokotil. Jagung mudah tumbuh di daerah tropis termasuk Indonesia.

Pemanfaatannya juga sangat banyak salah satunya sebagai makanan utama pengganti nasi, karena kandungan karbohidratnya tak kalah banyak dibanding beras.

2. Contoh Tanaman Dikotil

contoh tanaman dikotil
hu.agroglass.com.ua

– Ubi Kayu

Ciri utama tanaman dikotil yang langsung bisa terlihat pada ubi kayu adalah jenis akar tunggang dengan biji yang bisa membelah. Batangnya pun bisa bercabang dengan daun yang menyerupai jari.

Tanaman yang dikenal dengan nama lain singkong dapat dimanfaatkan sebagai makanan cemilan bahkan makanan utama manusia.

– Kacang Kedelai

Mirip dengan ubi kayu, tanaman dengan nama latin Glicine soja ini juga merupakan kelompok dikotil.

Pemanfaatannya juga sangat banyak terutama bagi kesehatan, sebab kandungan kalsium dan vitamin E di dalamnya dapat membantu pertumbuhan tulang dan menjaga metabolisme tubuh.

– Jambu Biji

Jenis jambu yang memiliki banyak biji dan masuk kategori dua kotiledon. Bentuk daunnya juga menyirip dengan akar tunggang.

Jambu biji dipercaya bisa mengobati berbagai penyakit seperti demam berdarah dan tekanan darah tinggi.

– Terong

Bernama latin Solanum melonela terung jadi salah satu buah yang sering diolah sebagai sayuran. Bentuknya yang lonjong, dengan biji lebih dari satu memastikannya masuk dalam kelompok tanaman dikotil.

Ditambah pula jenis akar tunggang dan batangnya yang bercabang dan daun yang menyirip.

Masih banyak informasi tentang perbedaan monokotil dan dikotil yang terkadang luput dari perhatian. Tapi sebenarnya sangat penting, apalagi bagi Anda yang berkecimpung di dunia kesehatan dan pertanian.

Paling tidak dengan penjelasan di atas memberi tambahan wawasan agar lebih mengenal keanekaragaman hayati yang ada di sekitar kita.

Seorang petani, tapi belum terlalu jago masalah pertanian. Barang kali tulisan saya bisa membantu penjengan sedanten. (Saya bisa dihubungi melalui email: alihamdandotid@gmail.com)

Leave a Comment