Mengenal Tanaman Porang dan Segudang Manfaatnya

Tanaman Porang, ikon baru bisnis umbi

Ada kabar gembira bagi Anda yang gemar berbisnis di bidang pertanian, satu lagi jenis tanaman bisa dijadikan sumber keuntungan karena memiliki nilai jual tinggi.

Namanya tanaman porang yang merupakan jenis umbi-umbian. Karakternya yang cocok ditanam di kawasan tropis hingga nilai ekonomisnya yang tinggi membuat banyak orang mulai beralih menanamnya.

Karakter Tanaman Porang

Tanaman porang
Sumber: porangku.blogspot.com

Tanaman dengan nama latin Amorphophallus muelleri ini dapat menghasilkan umbi yang bisa dimakan dan diolah untuk berbagai kebutuhan.

Di beberapa daerah dikenal juga dengan nama iles-iles, yang memiliki karakter bisa tumbuh di mana saja asalkan memiliki naungan tumbuhan lain yang lebih besar. Baik itu di tepi sungai, di dalam semak, di bawah pohon jati, bambu dan pepohonan lain.

Tanaman yang berasal dari India ini memiliki batang yang berbentuk tegak, dengan warna hijau bercorak keputihan. Tinggi tanaman ini mencapai 1,5 meter yang sangat berhubungan dengan subur atau tidaknya tempatnya bertumbuh dari tanaman itu sendiri.

Untuk perkembangbiakan, menggunakan bintil coklat yang tumbuh pada ketiak batangnya, atau lebih dikenal dengan nama katak.

Umbi tanaman porang berbentuk bulat besar dan ditutupi rambut tebal berwarna hitam kecokelatan, biasanya bisa dipanen dua kali setahun. Umbi inilah yang menjadi produk tanaman dan memiliki nilai jual tinggi karena dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.

Bagaimana Syarat Tumbuh Tanaman Porang?

Untuk mendapatkan umbi tanaman yang berkualitas, Amorphophallus muelleri sebaiknya ditanam dengan kondisi lingkungan yang tepat. Biasanya akan tumbuh baik di dataran rendah antara pohon jati atau mahoni. Berikut ini syarat tanam yang tepat untuknya.

1. Iklim

Iklim yang pas untuk pertumbuhan Iles-iles adalah di ketinggian hingga 600 meter dari permukaan laut. Di mana suhu masih dalam kondisi normal, dan cahaya matahari bisa didapat dengan sempurna yaitu sekitar 40% setiap harinya.

2. Tanah

Keadaan tanah yang cocok bagi pertumbuhan Iles-iles adalah yang tidak terdapat genangan air, dan gembur. pH yang dibutuhkan pada tanah tersebut 6 sampai 7 untuk semua jenis tanah, baik di kawasan hutan, perkebunan, maupun pekarangan.

3. Lingkungan

Rapatnya naungan untuk pertumbuhan pohon sangat menentukan bagaimana hasil produksi Iles-iles. Biasanya pada kerapatan 40% dia sudah bisa tumbuh baik, namun dari penelitian ahli ditemukan bahwa makin rapat naungan akan makin baik baginya.

4. Pupuk dan media tanam

Pupuk yang dibutuhkan untuk tumbuhan Porang tidaklah sulit, cukup pupuk kompos yang biasa digunakan untuk penanaman umbi yang kemudian dicampurkan dengan tanah yang akan dijadikan media tanam.

5. Bibit

Untuk bibit Anda bisa beli atau membuat sendiri, namun saran saya lebih enak beli karena bibit sudah jadi tinggal tanaman saja. Dengan demikian Anda dapat mempercepat waktu.

Proses Pengolahan Tanaman Porang

Porang atau iles iles
Sumber: jatimprov.go.id

Proses pengolahan dari tanaman ini dimulai setelah panen dilakukan. Setiap 1 batang tanaman porang bisa menghasilkan beberapa kg umbi porang, yang kemudian dipisahkan dari batangnya agar bisa diolah.

Lalu umbi tersebut dibersihkan dari bulu yang mengelilingi kulitnya hingga bersih. Langkah selanjutnya adalah memotong-motong umbi menjadi bagian kecil yang akan dikeringkan.

Umbi porang yang sudah kering bisa diolah menjadi berbagai macam produk, seperti tepung, beras hingga kebutuhan pangan lainnya.

Manfaat Tanaman Porang

Manfaatnya yang sangat banyak menjadikan tanaman ini jadi buruan pengusaha industri pangan. Salah satu alasan adalah karena kandungan zat tepung di dalamnya yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan baik dari makanan hingga industri modern. Berikut sejumlah manfaat hebatnya.

1. Alternatif media tumbuh mikroba yang sering digunakan oleh ahli di laboratorium. Karena zat di dalamnya mampu membantu mikroba untuk berkembang lebih baik dan bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

2. Bisa digunakan untuk bahan baku lem yang ramah lingkungan, karena selama ini bahan pembuatan lem cenderung menggunakan zat kimia yang cenderung berbahaya jika digunakan berlebihan.

3. Untuk isolator listrik juga bisa digunakan terutama sebagai bahan pengganti silicon yang dinilai sangat potensial. Alasannya karena kandungan Glucomannan yang berbentuk jel alami dan cocok untuk isolator tersebut.

4. Pada dunia kuliner biasanya digunakan sebagai bahan untuk mengentalkan sirup dan es krim sehingga tidak akan cepat meleleh saat belum dikonsumsi. Biasanya dimasukkan dalam campuran es atau larutan sirup.

5. Pada pembuatan kertas, umbi tanaman porang juga bisa dijadikan campuran agar hasil kertas menjadi lebih lembut, dan kuat.

6. Sebagai bahan untuk membuat air lebih jernih iles-iles juga sering digunakan, karena kandungan Mannan alaminya bisa menyerap kotoran pada air tanpa meninggalkan bahan kimia apapun. Oleh sebab itu industri air isi ulang juga sangat membutuhkannya.

7. Kandungan seratnya yang tinggi menjadikan bubuk porang dijadikan bahan pengganti agar-agar untuk berbagai jenis makanan. Ditambah pula karakternya yang kenyal dan cenderung tak berbau.

8. Untuk pasien penyakit diabetes juga sangat bagus sebagai makanan diet khusus karena memberikan efek cepat kenyang. Makanya olahan makanan yang menggunakan porang sangat dicari.

9. Bisa menjadi mengganti nasi atau kentang sebagai sumber karbohidrat karena kandungan karbohidratnya mencapai 80%.

10. Karena sifatnya yang kenyal dan lengket, di dunia industri teksil iles-iles/porang juga digunakan untuk mengkilapkan kain imitasi seperti wol dan katun sehingga kesannya lebih mewah.

Potensi Bisnis Tanaman Porang

Sebenarnya tanaman porang sudah dikenal sejak tahun 1970an di Indonesia, namun karena dianggap tidak penting maka pengolahannya belum maksimal.

Barulah dalam beberapa tahun terakhir beberapa daerah di Jawa Timur mulai mengembangkannya kembali, bahkan beberapa orang menjadi miliuner setelah serius menggeluti bisnis budidayanya, salah satunya Mas Paidi yang sempat diundang di acara Hitam Putih.

Tahun 2018 lalu, tanaman ini sudah diekspor sebanyak 254 ton ke berbagai negara seperti Australia, Jepang, Vietnam dan Cina, dengan total income mencapai Rp11,3 miliar.

Namun pastinya belum memenuhi kebutuhan ekspor di negara tersebut karena sebagai negara industri tentu membutuhkan asupan bahan baku yang sangat banyak.

Keuntungan berbisnis tanaman porang adalah karena nilai jualnya yang cukup tinggi. Saat tulisan ini dibuat harga umbi porang mencapai Rp4000/kg, namun jika sudah siap ekspor harganya meningkat hingga Rp14.000/kg.

Belum lagi jika pengolahan dilakukan dengan menggunakan cara yang lebih modern, akan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Di Indonesia masyarakat yang membudidayakan masih terbatas di kawasan Bandung, Madiun, Maros dan Pasuruan.

Sehingga masih terbuka luas peluang bagi Anda untuk membudidayakannya dan menjadikan produk olahan Porang sebagai komoditi bisnis.

Sangat besar peluang membudidayakan tanaman porang dan menjadikannya ladang bisnis yang sangat menjanjikan.

Karena terlihat beragam manfaat yang sangat besar dan potensi bisnis yang masih sangat terbuka lebar, terutama dari segi permintaan konsumen yang tinggi namun belum bisa dipenuhi oleh produsen di Indonesia.

Jadi, apakah Anda berminat membudidayakannya?

Silahkan berikan jawabanmu di kolom komentar.

2 pemikiran pada “Mengenal Tanaman Porang dan Segudang Manfaatnya”

  1. Peluang Bisnis Budidaya Porang sangat bagus dan memberikan nilai ekonomis yang tinggi guna meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia

    Balas

Tinggalkan komentar