6 Manfaat Temulawak Untuk Kesehatan

Memiliki tanaman obat keluarga atau TOGA di pekarangan sendiri dapat memberi banyak manfaat bagi keluarga. Indonesia mempunyai banyak rempah-rempah yang dapat ditanam dengan mudah di pekarangan.

Oleh sebab itu, tidak ada salahnya bagi Anda untuk mencoba menanam berbagai rempah-rempah tersebut. Salah satu tanaman obat yang harus ada di pekarangan Anda adalah temulawak.

Mengapa Perlu Menanam Temulawak

Khasiat temulawak
SoFuego

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) merupakan sejenis tanaman akar rimpang atau temu-temuan yang hanya ada di Indonesia. Sekilas, rimpang ini mirip dengan kunyit.

Namun, rimpang tersebut tidak berwarna orange seperti kunyit akan tetapi kuning muda. Selain itu, bentuknya juga silinder serta diameternya berukuran 6 cm, lebih besar dari rimpang kunyit.

Rimpang tersebut memiliki banyak manfaat. Oleh sebab itu, Anda harus menanamnya di kebun. Sehingga jika sewaktu-waktu membutuhkannya Anda hanya perlu pergi ke kebun dan mengambilnya.

Manfaat Temulawak

1. Melindungi Hati

Tanaman rimpang ini telah terbukti dapat melindungi liver dari hepatotoksin. Selain itu, temu-tmuan ini juga dapat membantu hati dalam melawan virus.

Sehingga, tak heran jika rimpang ini digunakan dalam pengobatan hepatitis A bersama obat-obat lainnya.

2. Meringankan Gejala Osteoarthritis

Osteoarthritis adalah penyakit sendi yang banyak menyerang orang lanjut usia. Berdasarkan penelitian, rimpang ini dapat mengatasi nyeri yang disebabkan oleh penyakit sendi degeneratif ini.

Sehingga, para penderita osteoarthritis dapat lebih nyaman beraktivitas.

3. Mengatasi Berbagai Masalah Pencernaan

P-toluilmetilkarbinol yang ada di dalam rimpang ini dapat merangsang empedu untuk menghasilkan cairan empedu yang berguna untuk memperlancar proses pencernaan dan memperbaiki metabolisme.

Selain itu, akar rimpang ini juga dapat digunakan untuk mengatasi kembung, kram perut, sembelit, dan meningkatkan nafsu makan.

4. Digunakan Sebagai Obat Anti Inflamasi

Rimpang ini mengandung zat anti inflamasi, Germakron, yang bisa mencegah produksi prostaglandin E2. Prostaglandin tersebut memicu terjadinya peradangan.

Dengan mengonsumsi rimpang ini, mereka yang mengalami peradangan dapat segera sembuh dari keluhan tersebut.

5. Mencegah Kanker

Antioksidan yang terkandung dalam temu-temuan ini sangat tinggi dan berguna untuk melawan sel kanker. Sehingga, mereka yang rutin mengonsumsinya dapat mencegah berkembangnya sel kanker di dalam tubuh.

Rimpang ini juga dapat mencegah sel kanker di dalam tubuh berkembang semakin besar pada para penderita kanker.

6. Obat Diuretik

Rimpang ini dapat memberi efek diuretik atau pelepasan cairan dan natrium berlebih di dalam tubuh, terutama yang ada di dalam pembuluh darah.

Oleh karenanya, temu-temuan ini dapat digunakan sebagai obat diuretik bagi mereka yang terserang gagal hati, gagal jantung, dan gangguan ginjal.

Ciri-Ciri Tanaman Temulawak

Tanaman temulawak
Jan Deiman

Tanaman ini mirip seperti kunyit, akan tetapi jika Anda mengamatinya dengan lebih teliti, Anda akan mampu membedakannya.

Berikut ini ciri-ciri temulawak:

  • Tinggi batang semu dari tanaman ini bisa mencapai 2,5 meter, jauh lebih tinggi dari kunyit
  • Daunnya lebih lebar dari kunyit. Daun tersebut dihubungkan dengan pelepah serta tangkai daun yang cukup panjang. Tanaman yang sudah tua biasanya memiliki tulang daun keunguan.
  • Bunganya muncul langsung dari rimpang. Warna bunga utamanya adalah kombinasi warna putih serta merah keunguan dengan bunga-bunga yang lebih kecil berwarna putih kekuningan di bawahnya.

Cara Menanam Temulawak

Tanaman temulawak dapat hidup dengan baik di dataran rendah hingga sedang. Tanaman ini cocok tumbuh di area-area teduh. Meski demikian, ia juga dapat beradaptasi di area yang terik dan bertahan hidup di tempat tersebut. Untuk memperoleh manfaat dari rimpang ini, Anda dapat menanamnya di dalam polybag dengan cara berikut ini.

1. Proses Pembibitan

Dalam proses pembibitan, Anda dapat menggunakan rimpang induk atau rimpang anakan. Rimpang induk adalah rimpang besar yang memiliki cabang-cabang yang disebut rimpang anakan.

Agar bibit anda menghasilkan tanaman berkualitas, pilihlah rimpang yang berkualitas dan cukup tua.

Untuk membuat bibit dengan rimpang induk, Anda perlu membelahnya menjadi empat bagian. Setelah itu, jemur irisan rimpang ini selama 4 jam setiap hari selama 6 hari. Setelah itu, tanam rimpang tersebut untuk membuat bibit.

Jika menggunakan rimpang anakan, letakkan rimpang tersebut di tempat yang lembab serta gelap atau timbulah dengan tanah dan siram setiap hari. Anda mungkin memerlukan waktu hingga dua bulan hingga rimpang tersebut bertunas.

Setelah tunas muncul, potong rimpang tersebut menjadi beberapa bagian dan tanamlah. Setiap bagian tersebut harus memiliki setidaknya dua tunas.

2. Persiapan Media Tanam

Rimpang ini dapat ditanam di pekarangan rumah anda maupun di dalam polybag. Penanaman menggunakan polybag lebih mudah dilakukan dan praktis. Anda hanya perlu menyiapkan polybag, tanah gembur, sekam, serta kompos atau pupuk kandang.

Campur 2 bagian tanah, 1 bagian sekam, serta 1 bagian kompos dan masukkan ke dalam polybag.

3. Proses Penanaman

Buat lubang pada tanah di dalam polybag sedalam 10 cm. Letakkan bibit rimpang ini ke dalam lubang tersebut. Perlu diingat bahwa, tunas rimpang harus menghadap ke atas.

Kemudian, timbun kembali lubang tersebut dengan tanah gembur dan siram dengan air secukupnya.

4. Proses Pemeliharaan

Proses pemeliharaan tanaman rimpang ini, pada dasarnya dilakukan dengan dua cara, penyiraman dan pemupukan.

– Penyiraman

Pada awal masa tanam, penyiraman dilakukan dua kali dalam sehari, pagi dan sore. Setelah tanaman ini berusia beberapa bulan dan nampak cukup besar, siram satu kali setiap hari.

– Pemupukan

Pemupukan dilakuan sekali dalam seminggu. Cara melakukan pemupukan ini adalah dengan cara menggulut tanah di sekitar tanaman rimpang ini.

Setelah itu, taburkan pupuk kompos atau pupuk kandang pada area tersebut. Kemudian, siram media tanam ini dengan sedikit air.

5. Panen

Rimpang yang ditanam di pekarangan biasanya dapat dipanen setelah berumur delapan hingga sepuluh bulan. Pada saat itu, daunnya menguning dan mengering serta akar rimpangnya sudah berukuran besar.

Akan tetapi, apabila Anda menanamnya di dalam polybag, Anda dapat memanennya lebih cepat.

Untuk memanennya, Anda cukup membuka polybag dan membongkar tanaman temu-temuan ini. Setelah itu, hilangkan tanah yang menempel pada akar rimpang dan potong rimpang anakan.

Cuci bersih rimpang tersebut dan keringkan. Anda dapat menggunakan rimpang anakan ini untuk obat herbal, sedangkan rimpang induknya dapat digunakan untuk pembibitan.

Peluang Usaha

Apabila Anda memiliki lahan pertanian, tidak ada salahnya bagi Anda untuk membudidayakan temulawak untuk bisnis. Budi daya temu-temuan ini memiliki peluang usaha yang cukup bagus.

Untuk 1 hektare lahan, Anda membutuhkan 1500 kg rimpang induk serta 500 kg rimpang anakan untuk pembibitan. Saat masa panen, Anda dapat memanen 10 ton hingga 20 ton temu-temuan ini.

Selain dapat menghasilkan panen berkali-kali lipat, tanaman rimpang ini memiliki prospek yang cukup baik. Dengan melihat manfaat dari tanaman obat ini, tak heran jika banyak orang yang membutuhkannya.

Jika beruntung, Anda dapat bekerja sama dengan pabrik obat-obatan herbal dalam penjualannya. Sehingga, Anda dapat memperoleh untung yang lumayan.

Tunggu apa lagi, segera budidayakan tanaman temulawak di pekarangan anda dan dapatkan manfaatnya.

Dengan menanam tanaman rimpang ini dan rutin mengkonsumsinya, Anda dapat menghemat banyak biaya kesehatan.

Tinggalkan komentar